doa harian

Tuesday, September 7, 2010

berdiam diri di dalam masjid

بسم الله الرحمن الرحيم

Iktikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dengan niat ibadah. I’tikaf lazim dilakukan sebagian umat Islam baik di bulan Ramadhan mahupun di bulan-bulan lainnya. Namun demikian, ibadah yang satu ini kerap sekali dilakukan ketika bulan Ramadhan terutama di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.


     Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa, Rasulullah SAW., pada bulan Ramadhan, melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir sampai akhir hayatnya, kemudian isteri-isteri beliau tetap melakukannya setelah kematian Rasulullah SAW.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadis shahih pada kitab Shahih Muslim pada bab al-Iktikaf, no. 2006 :




و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

     (Dari Qutaibah bin Sa’id dari Lais dari Uqail dari al-Zuhry dari Urwah dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW I’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan sampai meninggal dunia, kemudian isteri-isterinya melakukannya setelah wafatnya).

  Rasulullah melakukan I’tikaf setelah shalat subuh pada bulan Ramadhan.
Sebagaimana dijelaskan dalam hadis pada kitab Sunan al-Nasa’i pada bab al-Masajid, no. 702:


أَخْبَرَنَا أَبُو دَاوُدَ قَالَ حَدَّثَنَا يَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ صَلَّى الصُّبْحَ ثُمَّ دَخَلَ فِي الْمَكَانِ الَّذِي يُرِيدُ أَنْ يَعْتَكِفَ فِيهِ فَأَرَادَ أَنْ يَعْتَكِفَ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ فَأَمَرَ فَضُرِبَ لَهُ خِبَاءٌ وَأَمَرَتْ حَفْصَةُ فَضُرِبَ لَهَا خِبَاءٌ فَلَمَّا رَأَتْ زَيْنَبُ خِبَاءَهَا أَمَرَتْ فَضُرِبَ لَهَا خِبَاءٌ فَلَمَّا رَأَى ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ آلْبِرَّ تُرِدْنَ فَلَمْ يَعْتَكِفْ فِي رَمَضَانَ وَاعْتَكَفَ عَشْرًا مِنْ شَوَّالٍ

(Dari Abu Dawud dari Ya’la dari Yahya bin Sa’id dari Amrah dari Aisyah berkata bahwa Rasulullah jika mahu melakukan I’tikaf , baginda shalat subuh terlebih dahulu, kemudian menempati tempat yang akan dijadikan I’tikaf, maka hal ini biasa dilakukan pada sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan, kemudian menyuruh membuat tenda, maka Hafsha menyuruh dibuatkan tenda, begitu juga Zainab, ketika Rasulullah melihat tenda-tenda itu bersabda : kebajikan yang engkau inginkan, jika tidak sempat iktikaf di bulan ramadhan, maka I’tikaflah pada sepuluh hari pada bulan Syawwal).

No comments:

Post a Comment